Language

Tips Untuk Ganti Jurusan Di Jenjang S2

Last updated on 05 Jul 2020
Tips Untuk Ganti Jurusan Di Jenjang S2

IMG-4278.PNG Foto oleh Unsplash

Oleh: Disha Djumantara

Banyak dari kita yang mengalami perubahan minat setelah sudah terjun langsung ke dalam dunia kerja. Kita baru menyadari bahwa jurusan yang awalnya kita pikir sesuai dengan minat dan ekspektasi di awal berbeda realitanya. Atau, kita ingin merubah jalur karir ke bidang yang lebih menjanjikan di dunia kerja. Apapun alasan yang kamu punya, perubahan minat dari pendidikan sebelumnya adalah hal yang sering terjadi. Dan sekarang kamu ingin melanjutkan studi dengan jurusan yang sesuai dengan apa yang kamu mau.

Kembali ke bangku kuliah untuk mendapatkan akreditasi ilmu dan pengalaman studi dari perguruan tinggi adalah pilihan yang menjanjikan untuk bisa terkualifikasi untuk melamar pekerjaan yang diinginkan. Kamu akan lebih percaya diri untuk menjadi kontributor handal yang terbukti memiliki keahlian untuk memecahkan masalah di perusahaan dimana kamu akan bekerja kelak.

Tetapi, apa memungkinkan untuk melanjutkan pendidikan dengan jurusan yang berbeda dari jurusan yang diambil di jenjang pendidikan sebelumnya?

Dalam artikel ini, kamu akan mendapatkan saran-saran tentang post-graduate study sebagai prospek mahasiswa yang ingin merubah fokus pendidikan di jenjang pendidikan selanjutnya.

Cari Tahu

Sebelum merencanakan pendaftaran, lakukan riset mandiri terlebih dahulu mengenai kriteria dan kualifikasi pekerjaan yang kamu inginkan dari suatu perusahaan. Biasanya, perusahaan menjelaskan secara detil dan terbuka ekpektasi pegawai yang diidamkan untuk menduduki posisi-posisi di perusahaannya di website lowongan kerja yang mereka publikasikan. Dari penjelasan itu kamu bisa membuat daftar skill yang harus kamu punyai untuk bisa menjadi kandidat yang kuat untuk menduduki posisi yang kamu inginkan dan juga menjadi pedoman untuk memilih universitas mana yang menawarkan pendidikan untuk skill tersebut.

Lain lagi kalau kamu ingin menjadi wirausahawan dan ingin membangun perusahaan sendiri. Kamu mungkin ingin melanjutkan studi dengan jurusan Master of Business Administration (MBA) karena ingin memiliki pendidikan lebih luas di bidang bisnis sekaligus memperluas koneksi. Untuk mempersiapkan hal itu, kamu bisa bertanya dengan wirausahawan lain yang sudah sukses mengola bisnis di industri tersebut. Jangan malu bersapa dan bertanya - Biasanya orang-orang akan merespon baik niatan baik dari orang lain. Tentunya kamu harus menghormati batasan-batasan tertentu. Tidak ada salahnya untuk mencoba untuk lebih tahu lagi sebenarnya apa yang kamu perlukan untuk menjadi wirausahawan yang sukses di bidangnya masing-masing.

Setelah mengetahui secara spesifik mata kuliah, durasi studi, dan pertimbangan lainnya yang menyangkut pilihanmu untuk kembali ke bangku kuliah, sekarang kamu harus mempertimbangkan universitas yang cocok untukmu. Perlu di garis bawahi bahwa ada beberapa jurusan yang mengharuskan jurusan yang sama di pendidikan sebelumnya untuk mendaftar karena kurikulum yang dirancang adalah terusan dari pendidikan S1, seperti Kedokteran, Ilmu Teknik, Ilmu Hukum, dan sejenisnya.

Diluar itu, banyak jurusan yang memperbolehkan latar belakang pendidikan yang berbeda untuk masuk di fakultas jenjang post-graduate asalkan latar belakang pendidikannya masih relevan dengan ilmu pendidikan pilihanmu.Untuk mencari tahu hal ini, kamu bisa menghubungi mahasiswa ambassador program tersebut yang tugasnya membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa prospektif. Tanyakan mereka semua pertanyaanmu yang mungkin tidak dicantumkan di website pendaftaran program tersebut. Mendapatkan informasi langsung dari mahasiswa yang sedang menjalani program itu akan sangat membantu dalam mempertimbangkan universitas mana yang sesuai dengan apa yang kamu butuhkan.

Langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan matang-matang program studi yang ditawarkan dari berbagai universitas yang ada di daftar pilihanmu. Setiap universitas menawarkan program studi yang berbeda dari segi kurikulum, kelas, penilaian, bayaran uang sekolah, dan dosen yang mengajar. Buat penilaian antara universitas-universitas ini berdasarkan prioritasmu. Prioritas yang kamu susun bisa mengenai biaya uang kuliah, kesempatan kerja part-time, atau durasi masa kuliah. Jika hal-hal ini adalah prioritas pertimbanganmu, letakan hal-hal tersebut sebagai pertimbangan terberat dari yang lain. Dengan ini, kamu akan memiliki pilihan yang tepat berdasarkan keperluanmu, sehingga segala sumber daya yang kamu keluarkan untuk kuliah lagi bisa dilakukan secara maksimal.


Jadi member ehef.id bisa memperbandingkan kategori negara-negara dan universitas-universitas pilihanmu secara berdampingan. Klik di sini untuk daftar


Aplikasi

Setelah kamu menentukan kemana kamu akan mendaftar, sekarang waktunya kamu untuk mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Kamu bisa cari tahu dokumen-dokumen apa saja yang diperlukan untuk dilengkapi di website universitas masing-masing. Jika kamu mendaftar ke beberapa universitas, kamu perlu perhatikan dengan teliti syarat dokumen yang diminta dari universitas masing-masing. Proses persiapan dokumen sebaiknya dilakukan sedini mungkin agar kamu mempunyai waktu yang cukup untuk melengkapi seluruh dokumen yang diperlukan dan tidak ada yang tertinggal.

Biasanya, dokumen yang diminta kurang lebih sama, misalnya, surat motivasi, surat rekomendasi, sertifikat kompetensi bahasa, dan raport nilai di pendidikan terakhir beserta diplomanya.

Dalam surat motivasi, kamu sebaiknya jujur dengan alasan keputusanmu untuk merubah bidang yang berbeda dari pendidikanmu sebelumnya. Cerita ini bisa membuat karakter di dalam suratmu kuat dan otentik sehingga suratnya menarik dibaca. Kaitkan juga pengalaman atau aktivitas yang berhubungan dengan mata kuliah yang ditawarkan di fakultas tujuan. Dengan ini, pembaca akan melihat kamu telah mengambil tindakan yang serius untuk memperdalam topik tersebut sebelum memilih untuk tekun dalam bidangmu yang baru.


Baca juga:


Supaya proses pendaftaran kuliahmu lancar, kamu juga sepatutnya terbuka dengan atasan/supervisor dimana kamu bekerja tentang niatanmu untuk melanjutkan kuliah. Surat rekomendasi yang ideal itu dituliskan oleh atasan/supervisor yang mengenalmu secara personal karena terlibat dalam situasi profesional langsung denganmu. Oleh karena itu, beliau bisa memberi penilaian terhadap kinerja, kelebihan, dan perstasimu dalam bekerja secara personal.

Mungkin langkah-langkah yang harus dilalui terlihat banyak dan sulit. Tapi jangan terkadung putus asa! Ingat alasan kenapa kamu ingin memulai ini di awal, yaitu agar bisa mempunyai karir yang kamu idamkan. Kalau tekadmu sudah bulat, kamu pasti bisa melewati semua tantangannya.

Semoga artikel ini membantumu untuk mempersiapkan jalur karir yang baru dan sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Dunia perlu lebih banyak orang yang berani untuk eksplorasi diri dan berani ambil tindakan yang sesuai dengan hati nurani. Selamat berjuang.