Language

Jangan Sia-siakan Kesempatan Untuk Magang

Last updated on 13 Aug 2020
Jangan Sia-siakan Kesempatan Untuk Magang

IMG-5600 (1).PNG

Oleh: Karolina Soelaiman

Banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan kalau kamu mengambil kesempatan magang. Bukan rahasia lagi, magang adalah cara mengetahui kegemaranmu (bidang yang kamu suka dan tidak suka), mengembangkan jaringan sosial, mendapatkan uang tambahan (kalau dikompensasi), dan mempermudah mendapatkan pekerjaan yang setelah lulus kuliah. Menteri Pendidikan Nadeem Makareem sangat mendukung mahasiswa untuk mengambil kesempatan magang saat berkuliah dengan meluncurkan kebijakan Kampus Merdeka, dimana salah satu kebijakannya memberikan hak untuk mahasiswa untuk magang saat kuliah sebanyak 2 semester atau setara dengan 40 SKS.

Beberapa hal yang kamu dapatkan lewat kegiatan magang, diantaranya:

1. Mengasah Keterampilan Non-teknis

Pada umumnya, keterampilan non-teknis tidak masuk dalam kurikulum perkuliahan. Maka dari itu, magang adalah tempat yang tepat untuk mengasah keterampilan non-teknis (soft-skill) seperti komunikasi, ketangkasan, manajemen waktu, kepemimpinan, dan tanggung jawab yang dibutuhkan sebagai seorang profesional. Keterampilan teknis tentu penting untuk dimiliki pegawai kalau berencana menduduki suatu posisi yang tinggi. Tetapi, keterampilan non-teknis tidak bisa remehkan. Selain terbukti menjadi aset yang besar bagi suatu perusahaan, penilaian pegawai untuk bisa menduduki posisi kepemimpinan adalah dengan menunjukan bahwa pegawai bisa dipercaya dalam mengambil keputusan terbaik walaupun berat dan bisa mengembangkan potensial orang-orang di sekitar. Keterampilan non-teknis ini hanya bisa diasah dan dipraktikan secara langsung, bukan hanya teori semata.

2. Menerapkan pengetahuan secara langsung sambil mengeksplorasi pilihan karir.

Jika tempat magang yang kamu pilih sesuai dengan latar belakang pendidikanmu, kamu berkesempatan untuk bisa menerapkan apa yang kamu sudah pelajari sekaligus merasakan lingkup kerja di industri tersebut. Sebelum menjadi pegawai tetap di suatu perusahaan, mengikuti program magang perusahaan tersebut akan memberikan pencerahan untukmu kelak. Posisi apa yang kamu ingin duduki? Apa saja keterampilan teknis yang diperlukan untuk menduduki posisi tersebut? Dimana pegawai-pegawai yang bekerja di dalam perusahaan itu mendapatkan pendidikannya?

Kalau pilihan tempat magangmu berbeda dari latar belakang pendidikanmu, tidak masalah! Segi positifnya, kamu bisa belajar kegiatan di bidang lain. Siapa tahu, karena mengikuti program magang diluar bidangmu, kamu menemukan kegemaranmu yang sebelumnya tidak tereksplorasi.

3. Mendapatkan pengalaman dan meningkatkan “daya jual” saat melamar kerja

Keuntungan magang yang sering menjadi motivasi mahasiswa atau sarjana adalah meningkatkan “daya jual” saat melamar pekerjaan. Kalau sudah pernah magang, perusahaan akan memberikan nilai lebih karena memberi kesan pelamar adalah seseorang yang antusias dan produktif. Kamu akan merasa lebih percaya diri untuk melamar perusahaan-perusahaan yang kamu inginkan dan kemungkinan untuk kamu mendapatkan pekerjaan dibandingkan dengan pelamar lain akan semakin tinggi.

4. Membangun jaringan sosial

Memiliki jaringan sosial yang luas dan terjaga dengan baik sangat penting dalam mengembangkan potensi profesionalmu. Manusia memiliki kecendurungan untuk lebih memilih rekan kerja atau pegawai yang memiliki kesamaan dan familiar dengan mereka karena rasa kepercayaan. 1 dari 5 pegawai mendapatkan pekerjaan melalui koneksi. Semakin banyak kenalanmu, semakin banyak ilmu dan kreatifitas yang akan kamu dapatkan dengan bersosialisasi dengan orang-orang dengan latar belakang berbeda-beda. Kamu tidak akan pernah tahu siapa tahu siapa yang kelak akan memberimu pekerjaan atau menjadi rekan bisnis.

Dari alasan-alasan diatas, mungkin kamu sekarang jadi semangat untuk daftar program magang. Perencanaan dimana, kapan, dan berapa lama kamu akan magang harus diperhitungkan dengan cermat dan sebaiknya dilakukan segera mungkin agar tidak bentrok dengan aktifitas yang lain. Pertimbangannya harus disesuaikan dengan ketersediaan waktu, prioritas tugas kuliah, durasi program magang, dan (jika perlu) kompensasi. Setelah mengetahui hal-hal tersebut, kamu bisa mencocokan program magang yang sesuai dengan apa yang kamu cari.

Magang bisa dilakukan saat kuliah, liburan panjang, atau setelah lulus. Setiap periode ini memiliki kelebihan dan keterbatasannya masing-masing yang bisa dijadikan bahan pertimbangan.

Saat kuliah

Mahasiswa yang merasa sanggup untuk membagi waktu, tidak sungkan untuk magang sambil kuliah. Perusahaan yang menerima mahasiswa dengan status aktif untuk magang biasanya akan berkompromi dalam menyesuaikan jam kerja dengan jadwal kuliahnya.

Perlu diingat bahwa magang saat kuliah akan menyita fokus dan waktu yang sebenarnya diperuntukan untuk kesuksesan akademis. Kemampuan untuk membagi waktu sangat menentukan nasib perkuliahan, kualitas kerja saat magang, dan kesehatan jiwa dan mental. Atur waktu dengan bijak - jangan memaksakan untuk melakukan sesuatu tetapi mengorbankan prioritas awal.

Untuk mahasiswa yang baru saja masuk universitas mungkin akan bingung memilih dimana tempat untuk magang karena belum terlalu mendalami suatu bidang atau mempunyai gambaran yang jelas tentang jenis keterampilan apa yang ingin dikembangkan. Kamu bisa berkomunikasi dengan konsuler mahasiswa dan juga kerabat. Siapa tahu, perusahaan yang ada relasinya dengan kenalan ku bisa memberikanmu kesempatan magang di kantornya. Kalau kamu bingung mau magang di industri atau bidang apa, tidak usah terlalu memusingkan hal itu! Hasil dari pengalaman magang malah akan membuka pandanganmu mengenai kondisi lapangan kerja dan bidang-bidang yang sebenarnya. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, magang bukan hanya sekedar pengalaman kerja singkat, tetapi juga tempat mengasah keterampilan non-teknis dan membuka wawasan. Kalau kamu suka, bagus! Kalau kamu tidak cocok, setidaknya kamu tahu apa yang tidak kamu suka jadi kamu bisa mencoba bidang yang lain.

Saat libur panjang

Libur panjang bisa jadi satu momen yang pas untuk magang. Mahasiswa tidak memiliki beban kuliah yang menuntut sehingga bisa kerja tanpa mengganggu waktu belajar. Dengan alasan itu, banyak mahasiswa merasa pilihan ini lebih baik daripada saat kuliah sedang berlangsung.

Kalau kamu mau magang saat liburan panjang, pastikan durasi magang yang terlalu pendek supaya kamu mempunyai waktu untuk menyesuaikan diri, belajar, dan menyelesaikan pekerjaan. Kalau durasi program magang kurang dari sebulan, kemungkinan besar waktu yang tersedia terlalu cepat untuk kamu memberikan kontribusi yang nyata. Elemen penting untuk manusia belajar itu adalah waktu. Waktu untuk mencerna, waktu untuk bercermin, waktu untuk membuat kesalahan dan memperbaikinya, waktu untuk belajar lebih dalam dan eksplorasi. Seiring waktu, melakukan sesuatu untuk 3-4 bulan, akan jauh terlihat adanya perkembangan dibanding menjejalkan pengalaman itu ke dalam hitungan kurang dari 1 bulan.

Setelah lulus kuliah

Magang bukan hanya untuk mahasiswa saja! Banyak program magang yang ditujukan khusus untuk sarjana baru (fresh graduate) karena perusahaan percaya kesiapan seorang pegawai magang sudah terbukti karena sudah lulus dari pendidikan tingginya. Tugas-tugas yang diberikan akan lebih teknis daripada program magang yang terbuka tanpa syarat kelulusan. Selain itu, sulitnya mendapatkan posisi pegawai tetap langsung setelah kelulusan juga menjadi alasan utama kenapa magang adalah pilihan yang tepat daripada menganggur. Mengikuti program magang juga bisa menjadi batu loncatan untuk menjadi pegawai tetap di perusahaan tersebut.

Tetapi, tidak semua orang sanggup secara finansial untuk magang dibanding menjadi pegawai. Perubahan gaya hidup dari masa kuliah dan juga keinginan untuk memiliki pendapatan yang cukup membuat sarjana baru lebih gencar mencari pekerjaan dengan posisi tetap. Oleh karena itu, jika kamu memilih untuk mengikuti program magang, pastikan program tersebut memberikan kompensasi yang cukup untuk memenuhi kebutuhanmu selama kamu mengikuti program tersebut.