Media
Language

Negara yang Berpartisipasi di EHEF 2018: Austria, Belgia, Rep. Ceko, dan Denmark

Last updated on 25 Mar 2019

IMG_4548.JPG

Oleh Kukuh Wangsa Giaji


Bermimpi Melanjutkan Studi ke Eropa? Jangan lewatkan EHEF 2018, pameran pendidikan tinggi Eropa terbesar di Indonesia yang paling dinanti-nanti. Segera daftarkan dirimu sebagai peserta dalam perhelatan akbar EHEF 2018 secara GRATIS di sini.


Kamu punya mimpi untuk kuliah di Eropa? Tapi masih bingung menentukan negara tujuan dan juga informasi beasiswanya?

Nah, melalui acara European Higher Education Fair (EHEF) Indonesia 2018, kamu bisa mendapatkan berbagai informasi soal studi di lebih dari 100 Universitas ternama di Eropa loh!

Tentu saja bakalan ada segudang info menarik juga, seperti scholarships untuk program Sarjana, Master, dan Doktor, tentunya bagi calon pelajar asal Indonesia.

Sebelum kamu mengunjungi pameran EHEF Indonesia 2018, ada baiknya kamu berkenalan dulu nih sama beberapa negara yang akan hadir di pameran nanti.

Berikut ini, ehef.id sajikan 4 negara yang bisa bikin kamu tergoda untuk mengeyam pendidikan di sana. Ada apa aja sih?

AUSTRIA

Ketika mendengar nama ‘Austria’ pasti yang terbayangkan oleh kamu ada dua hal.

Pertama, deretan Pegunungan Alpen dengan hamparan daratan hijau membentang nan indah.

Kedua, sosok komponis dunia, Mozart, yang lahir di Kota Salzburg, bagian barat Austria.

Kira-kira itulah bagaimana Austria bisa diterjemahkan: Negara yang memiliki visual eksotisme, serta tempat tumbuhnya budaya-budaya klasik yang masih populer hingga sekarang.

Negara Austria sendiri masuk ke dalam kawasan berbahasa jerman di Eropa.

Lantas, bagaimana dengan kamu yang belum menguasai bahasa Jerman?

Tenang saja! Mayoritas penduduk Austria telah mahir menggunakan bahasa inggris dan banyak program dengan bahasa pengantarnya juga berbahasa inggris.

Soal kualitas pendidikan, Austria merupakan salah satu tujuan ideal untuk belajar!

Terletak di pusat Eropa, kamu bisa menemukan 70 universitas ternama dengan lebih dari 350.000 mahasiwa, dan 25% - nya adalah mahasiswa internasional.

Austria tidak hanya sekedar menawarkan pengalaman belajar yang bertaraf internasional tetapi kamu juga akan memperoleh kesempatan belajar lebih luas, keamanan sosial dan stabilitas ekonomi yang baik, dan tentunya atraksi budaya melimpah beserta pemandangan luar biasa.

Kualitas Pendidikan

Pendidikan tinggi di Austria menganut proses Bologna yang umum digunakan hampir seluruh universitas di Eropa.

Menariknya, dalam hal kurikulum, universitas-universitas di Austria sangat spesifik. Sehingga satu universitas dengan universitas lainnya bisa memiliki program studi berbeda-beda.

Berdasarkan laporan www.studyinaustria.at, Austria memiliki 22 universitas (dimana ada 6 Universitas Ilmu Seni, dan 3 Universitas Kesehatan), 13 Universitas Swasta, 21 Universitas Ilmu Terapan atau Sains, dan 15 Perguruan Tinggi khusus Pendidikan Guru.

Lantas, berapa lama sih menempuh studi di Austria?

Umumnya Austria menganut durasi pendidikan yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Misalnya, untuk menyelesaikan program Sarjana kamu mesti menempuh masa 6 – 8 semester, sementara program Master selama 2 – 4 semester, dan program doktor/PhD sekurang-kurangnya harus ditempuh 6 semester.

Untuk beasiswa sendiri telah tersedia banyak sekali kesempatan untuk kamu memperoleh bantuan dana pendidikan, baik dari Indonesia maupun Swasta. Beberapa scholarships yang bisa kamu ikuti, contohnya: LPDP, Ernst Mach Grant (EMG), Ernst Mach Grants – ASEA-UNINET, Special OeAD Scholarships, dan Ernst Mach Follow-Up Grant (EZA).

Di acara European Higher Education Fair (EHEF) Indonesia 2018 nanti akan ada penjelasan langsung mengenai berbagai universitas di Austria langsung dari Austrian Embassy. Jadi, bakalan sayang banget kalau kamu enggak hadir di EHEF Indonesia 2018 nanti, terlebih buat kamu yang ingin studi di Austria.


Untuk info lengkap Kuliah di Austria, klik di sini.


BELGIA

Jika kamu penggemar Cokelat maka Belgia merupakan destinasi yang tepat untuk kamu studi di Eropa!

Kenapa?

Karena negara ini terkenal sebagai world-famous for chocolate.

Jadi jangan kaget kalau kamu bisa menemukan toko cokelat di setiap sudut kota dan bisa mencicipi cokelat-cokelat terbaik. Saat ini, Belgia adalah eksportir cokelat nomor satu di dunia.

Tidak hanya itu saja, banyak banget aneka kuliner lain yang bisa kamu temukan. Misalnya, Belgium waffle yang ikonik dengan whipped cream dan topping berupa buah-buahan segar.

Dari sisi sosial, kamu bisa masuk ke dalam international community karena kamu akan menjumpai warga dari berbagai bangsa dan tentunya kesempatan mempelajari bahasa mereka! Hampir semua tulisan di Belgia juga tertulis dalam Prancis, Belanda, Inggris, dan Jerman.

Seru banget kan?

Buat kamu juga yang hobi travelling bisa sangat menguntungkan jika studi di Belgia karena letaknya di jantung benua Eropa. Kamu bisa jalan-jalan ke berbagai wilayah di Eropa bermodalkan bus atau pesawat.

Kurang dua jam saja kamu bisa sampai di kota Paris, London, dan Amsterdam bermodalkan bus. Sebelum jalan-jalan pastikan sudah menyesuaikan dengan budget dan pengeluaran kamu sehari-hari, yah.

Nah, jika kamu ingin bersosialisasi dengan penduduk di Belgia jangan khawatir!

Cukup dengan menanyakan soal cuaca saja kamu bisa mengobrol dengan mereka. Orang-orang Belgia memang terkenal sangat terobsesi dengan cuaca.

Kualitas Pendidikan

Sama halnya dengan Austria, Belgia menganut Proses Bologna dimana masa studi dan jenjang pendidikan tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Sehingga memudahkan calon pelajar yang berasal dari luar Eropa.

Lantas apa sih yang membedakan Belgia dengan negara-negara di Eropa lainnya?

Jawabannya adalah komunitas multilkultural!

Karena bahasa resmi Belgia yang terdiri dari Prancis, Jeman, dan Belgia. Setiap universitas atau perguruan tinggi di Belgia memiliki pusat bahasa masing-masing yang memungkinkan mahasiswa internasional untuk mempelajari ketiga bahasa itu.

Selain memperoleh pendidikan berkualitas kamu juga berkesempatan meningkatkan kemampuan multibahasa yang merupakan syarat mutlak jika ingin berkarir internasional di kancah masyarakat global ini. Jangan lupakan ragam kesempatan untuk mempelajari budaya-budaya dari berbagai negara.

Belgia sendiri kini memiliki reputasi cemerlang untuk studi yang menyangkut Master of Business Administration (MBA), terutama dalam konteks ekonomi global dimana mayoritas pengusaha kini berfokus pada perspektif internasional.

Jadi, kalau kamu ingin melanjutkan master dan meraih gelar MBA, Belgia merupakan salah satu tempat ideal.

Program ini tidak hanya menawarkan kurikulum yang baik tetapi kemungkinan juga untuk bekerja di sektor pemerintahan multi-nasional dan non pemerintah.

Banyak sekali program-program yang bisa kamu pilih untuk studi di Belgia karena negara ini memang menjadi rumah untuk segala pertemuan. Belgia sendiri juga merupakan rumah untuk perjamuan politik, seperti NATO (North Atlantic Treaty Organization) dan Uni Eropa.

Tidak mengejutkan jika media berita INDEPENDENT melaporkan bahwa Belgia adalah salah satu destinasi pendidikan dengan sistem terbaik dan meraih posisi ke-2. Pemilihan ranking ini pun tidak tanpa alasan, tapi dinilai dari 12 pilar kompetitif yang termasuk di dalamnya: kondisi ekonomi, infrastruktur, kesehatan dan pendidikan dasar, serta efisiensi pasar tenaga kerja.

Di acara European Higher Education Fair (EHEF) Indonesia 2018 nanti akan ada penjelasan langsung mengenai berbagai universitas di Belgia langsung dari Embassy of Belgium. Jadi, bakalan sayang banget kalau kamu enggak hadir di EHEF Indonesia 2018 nanti, terutama buat kamu yang ingin studi di Belgia.


Untuk info lengkap Kuliah di Belgia, klik di sini.


REPUBLIK CEKO

‘Seperti Belgia, Republik Ceko juga dikenal dengan julukan the Heart of Europe karena lokasinya yang berada di jantung benua Eropa sehingga kerap menjadi persinggahan bagi turis untuk travelling ke negara-negara di wilayah Eropa Tengah dan Tenggara.

Walaupun masuk dalam kategori negara kecil tapi Republik Ceko juga memiliki eksotisnya sendiri, yaitu ada lebih dari ribuan kastil yang menyebar di penjuru kota. Gak salah jika Republik Ceko menerima julukan The city of a Hundred Spires dari penulis ternama, Josef Hormayer pada abad ke-19. Bahkan jalan-jalan di Republik Ceko mayoritas diaspal dengan batu-batuan yang menjadikannya unik dibandingkan negara di Eropa lainnya.

Jika kamu suka hal-hal magis atau penikmat buku sihir ala Harry Potter, kamu akan merasakan sensasi tengah masuk ke dalam dunia sihir Hogwarts deh!

Berdasarkan hasil laporan dari Yale University Center for Environmental Law and Policy yang bekerja sama dengan Colombia University Center for International Earth Science Information Network, Republik Ceko memperoleh peringkat ke-5 sebagai negara yang paling ramah lingkungan. Negara ini juga ada di peringkat ke-6 sebagai negara teraman untuk hidup dari The Global Index 2016.

Keren banget kan?

Kualitas Pendidikan

Republik Ceko memiliki sejarah panjang dalam hal pendidikan dan penelitian, khususnya dibidang Ilmu Teknik, Terapan, dan Kedokteran. Misalnya, Charles University di Praha adalah universitas tertua di Eropa Tengah yang didirikan pada tahun 1348.

Sejarah panjang itu turut menghasilkan konsep unik dan spesialisasi yang menarik bagi mahasiwa internasional untuk melanjutkan studi, atau mengikuti course dan summer school di negara ini karena tersedia berbagai disiplin tradisional. Saat ini, Republik Ceko memiliki 26 Universitas Negeri, 2 Perguruan Tinggi Negara, dan 39 Universitas Swasta. Beberapa universitas pun secara spesifik menyediakan program khusus berbahasa Inggris, seperti Master of Business Administration (MBA).

Republik Ceko juga turut menggunakan Proses Bologna dalam sistem pendidikannya, terbagi menjadi tiga: Sarjana, Master, dan Doktoral dengan masa tempuh studi yang sama dengan Austria.

Hal yang menarik dari Republik Ceko adalah kamu bisa menemukan banyak sekali perpustakaan di setiap sudut kota!

Bahkan menurut data Bill and Melinda Gates Foundation jumlah perpustakaan di negara ini lebih besar dibandingkan Amerika Serikat berdasarkan perhitungan rasio populasi dan jumlah perpustakaan.

Banyaknya perpustakaan di Republik Ceko ternyata tidak terlepas dari kebiasaan dan minat membaca warga Ceko yang sangat besar. Serta hukum yang dibuat pada tahun 1919 untuk membangun perpustakaan di setiap kota untuk satu komunitas. Di zaman sekarang, perpustakaan besar pun sudah modern, dan tersedia fasilitas untuk pengunjung untuk bermain game juga!

Seru banget kan?

Selain itu, satu hal yang dibanggakan dari Republik Ceko merupakan dimana mahasiwa internasional bisa ikut dalam berbagai kegiatan outdoor seru. Contohnya, memancing yang populer di wilayah Trebonsko. Atau Hiking di Krokonose National Park dan Sumava National park.

Kira-kira itulah yang menjadikan kualitas pendidikan di Republik Ceko menarik. Karena selain mengutamakan kurikulum dan nilai-nilai pendidikan, tapi juga disokong oleh banyaknya fasilitas, dan juga kekayaan budaya sosial.

Study-Life balance deh pokoknya di Ceko.

Di acara European Higher Education Fair (EHEF) 2018 kamu bisa datang ke stand universitas yang berasal dari Republik Ceko, seperti Czech University of Life Science Praque dan juga informasi langsung dari Embassy of the Czech Republic di Jakarta.


Untuk info lengkap Kuliah di Republik Ceko, klik di sini.


DENMARK

Negara pencipta mainan LEGO ini dua tahun berturut-turut meraih posisi sebagai negara paling bahagia di dunia berdasarkan laporan the UN World Happiness.

Apa kunci kesuksesan ini?

Menurut jurnalis Cathy Strongman dari The Guardian yang pindah dari London ke kota Copenhagen, masyarakat Denmark sangat mengedepankan gaya work-life-balance. Jadi, setiap akhir pekan selalu ada family time dan hampir tidak pernah ada lembur karena kantor akan gelap gulita setelah pukul lima sore. Denmark sangat mengedepankan kehidupan sosial.

Denmark sendiri memiliki istilah untuk hidup secara ‘hygee. Kata ‘hygee’ sendiri sering diterjamahkan sebagai ‘cozy’ padahal lebih tepat dengan ‘intentional intimacy’. Pemahaman ini merujuk kepada masyarakat Denmark yang senang dengan kehidupan seimbang, perasaan aman, dan berbagi pengalaman harmonis.

Maka wajar sekali jika masyarakat Denmark tidak mempermasalahkan besarnya pajak yang harus dibayar karena semua tergantikan dengan: kualitas kesehatan, pendidikan, dan ekonomi terbaik. Setiap warganya mendapatkan hak yang sama begitu pula pendatang dan mahasiswa internasional.

Negara ini sendiri telah menghasilkan berbagai peraih nobel di berbagai bidang dan juga menerima nobel perdamaian. Tidak hanya dari sektor sosial dan teknologi yang mumpuni, Denmark pun terkenal memiliki tempat-tempat atraktif dan tentunya mengundang untuk para wisatawan asing dan pelajar. Karena kuliah tidak cuman belajar di kampus saja kan!

Museum terbuka merupakan salah satu atraksi menarik di kota Denmark. Di utara Kopenhagen kamu bisa menemukan Frilandsmuseet, salah satu museum tertua dan terbesar dari jenisnya. Atau Di Aarhus kamu akan menemukan "Den Gamle By" atau The Old Town yang merupakan museum sejarah dan budaya urban terbuka pertama di dunia.

Selama mengenyam studi di Denmark kamu bisa banget mengendarai sepeda ke kampus karena negara ini telah membuat jalur khusus sepeda yang sangat aman sehingga mayoritas warganya pun lebih memilih bersepeda ketimbang berkendara.

Kualitas Pendidikan

World class education adalah kata yang bisa disematkan untuk negara Denmark ketika berbicara soal kualitas sistem pendidikannya.

Lebih dari 500 program dari berbagai universitas diajarkan dengan bahasa Inggris yang membuka kesempatan lebih besar untuk mahasiwa internasional studi disini.

Menariknya, Denmark menyadari bahwa tantangan global saat ini menuntut solusi inovatif maka kurikulum pendidikannya turut menggabungkan antara sisi tradisional dengan pengajaran inovatif yang akan memberdayakan kamu sebagai mahasiswa untuk berpikir, bereksperimen, dan berkolaborasi untuk menghasilkan ide-ide baru dan pengetahuan yang lebih luas.

Apapun program yang kamu pilih di Denmark, kamu akan mendapatkan standar akademik yang tinggi dan diakui di seluruh dunia. Kebanyakan dosen dan staff pengajar adalah peneliti yang juga memiliki pengalaman praktis profesional sehingga dipastikan kamu juga akan memiliki pengetahuan akademis teoritis dan praktis nantinya.

Keren banget kan?

Lingkungan belajar pun diciptakan sangat friendly, jadi kamu bisa membuka diskusi atau kelas dengan dosen selama proses mengajar berlangsung. Hal ini tentu menciptakan mahasiswa yang kritis.

Infrastruktur di berbagai universitas di Denmark pun sudah sangat modern dan memudahkan mahasiswa. Misalnya, sarana akses komputer yang tersedia gratis di perpustakaan, dan WiFi super cepat. Kamu bakalan betah banget di kampus, deh!

Selain itu, Denmark turut memberikan beasiswa, khususnya bagi pelamar master dan doktor. Melalui Ignacy Łukasiewicz Scholarship Program, kamu berkesempatan untuk mendapatkan dana bantuan hingga full tuition! Jangan lupakan beasiswa LPDP, karena terdapat beberapa universitas di Denmark yang telah bekerjasama dengan kementrian pendidikan Indonesia.

Di acara European Higher Education Fair (EHEF) 2018 nanti bakalan ada uraian langsung mengenai berbagai universitas di Denmark langsung dari The Embassy of Denmark di Jakarta. Jadi, wajib banget untuk kamu hadir di EHEF 2018 bagi yang ingin studi di Denmark.


Untuk info lengkap Kuliah di Denmark, klik di sini.


Itulah uraian singkat profil 4 negara yang akan hadir di acara European Higher Education Fair (EHEF) Indonesia 2018 yang berlangsung pada 8 November 2018 di Sabuga, Bandung, 10 – 11 November 2018 di Balai Kartini, Jakarta, dan 13 November 2018 di JEC, DIY Yogyakarta. Sudah siap kuliah di Eropa? Datang dulu ke pameran EHEF Indonesia 2018!
Yuk, daftar di sini!